Rabu, 04 November 2015

Teks Cerita Ulang Biografi



Teks Cerita Ulang Biografi


untuk yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 2 seperti saya, materi bab kali ini adalah teks cerita ulang biografi, saya akan memosting tugas yang saya kerjakan berkenaan dengan bab kali ini. Saya memosting biografi seorang penulis hebat di Indonesia sekaligus sosok yang saya idolakan, Tere Liye :')


Penulis Hebat Indonesia, Tere Liye

Siapa yang belum pernah membaca karya Tere Liye? Bagi beberapa orang yang mungkin pernah membaca karyanya pasti akan memberikan komentar yang sama dengan saya “bagus banget”. Nama “Tere Liye” merupakan nama pena seorang penulis berbakat tanah air. Tere Liye sendiri diambil dari bahasa India dan memiliki arti “untukmu”.
Meskipun Tere Liye bisa dianggap salah satu penulis yang telah banyak menelurkan karya-karya best seller, tetapi cukup sulit untuk kita mencari tahu informasi mengenai kehidupan serta keluarganya. Di bagian belakang novel-novel karyanya hampir tidak ada informasi mengenai dirinya.
Berbeda dari penulis-penulis yang lain, Tere Liye memang sepertinya tidak ingin dipublikasikan ke umum terkait kehidupan pribadinya. Mungkin itu cara yang ia pilih, hanya berusaha memberikan karya terbaik dengan tulus dan sederhana. Namun, dalam dalam tulisan ini akan dipaparkan sedikit mengenai informasi tentang sang penulis hebat, Tere Liye.
Tere Liye lahir dan tumbuh dewasa di pedalaman Sumatera. Ia lahir pada tanggal 21 Mei 1979. Tere Liye menikah dengan Ny. Riski Amelia dan dikaruniai seorang putra bernama Abdullah Pasai. Ia berasal dari keluarga sederhana yang orang tuanya berprofesi sebagai petani biasa. Anak ke enam dari tujuh bersaudara ini sampai saat ini telah menghasilkan 14 karya. Bahkan beberapa diantaranya telah diangkat ke layar lebar. Berdasarkan email yang dijadikan sarana komunikasi dengan para penggemarnya yaitu darwisdarwis@yahoo.com bisa disimpulkan sederhana bahwa namanya adalah Darwis.
Masa Pendidikan
Tere Liye menyelesaikan masa pendidikan dasar sampai SMP di SD Negeri dan SMP Negeri 2 Kikim Timur, Sumatera Selatan. Kemudian melanjutkan ke SMU Negeri 9 Bandar Lampur. Setelah selesai di Bandar Lampung, ia meneruskan ke Universitas Indonesia dengan mengambil fakultas Ekonomi.
Karya-Karya Tere Liye
Berikut beberapa karya Tere Liye yang bisa menjadi bahan referensi :
v Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum, 2010)
v Pukat (Penerbit Republika, 2010)
v Burlian (Penerbit Republika, 2009)
v Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika, 2005)
v Moga Bunda Disayang Alloh (Penerbit Republika, 2005)
v The Gogons Series : James & Incridible Incodents (Gramedia Pustaka Umum, 2006)
v Bidadari – Bidadari Surga (Penerbit Republika, 2008)
v Sang Penandai (Penerbit Serambi, 2007)
v Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Grafindo, 2006 dan Republika, 2009)
v Mimpi – Mimpi Si Patah Hati (Penerbit Addprint, 2005)
v Cintaku Antara Jakarta dan Kuala Lumpur (Penerbit Addprint, 2006)
v Senja Bersama Rosie (Penerbit Grafindo, 2008)
v Eliana, Serial Anak – Anak Mamak
Penulis yang satu ini memang berbeda dari kebanyakan penulis yang sudah ada. Biasanya setiap penulis akan memasang foto, atau riwayat hidup singkat di bagian belakang setiap karyanya.
Meskipun setiap karya yang dihasilkan laku di pasaran dan menjadi best seller. Namun, Tere Liye seperti menghindari dan mneutupi kehidupannya. Kalau penulis yang lain biasanya banyak menerima panggilan acara baik itu berupa seminar tentang tips – tips menulis, bedah buku, workshop atau kegiatan yang lainnya terkait dunia tulis menulis. Tapi tidak dengan Tere Liye.
Kehidupan dan Keserderhanaan
Dari karya – karyanya Tere Liye ingin membagi pemahaman bahwa sebetulnya hidup ini tidaklah rumit seperti yang sering terpikir oleh kebanyakan orang. Hidup adalah anugrah Yang Kuasa dan karena anugrah berarti harus disyukuri.
“Bekerja keras dan selalu merasa cukup, mencintai, berbuat baik dan selalu berbagi, senantiasa bersyukur serta berterimakasih, maka ia percaya bahwa kebahagiaan itu sudah berada di genggaman kita”.
Itulah sedikit kutipan yang penulis dapatkan, terkesan bahwa ia menegaskan syukuri saja setiap apapun yang kita punya, baik itu berupa kekurangan terlebih kalau itu suatu kelebihan. Satu lagi pelajaran berharga yang bisa kita petik dan diaplikasikan kehidupan masing-masing dari biografi Tere Liye ini.
Sungguh sangat istimewa, bahwa di negeri kita tercinta ini lahir banyak penulis berkualitas. Serta dengan karya karyanya tersebut telah membuat negeri ini dikenal luas. Terlebih lagi Tere Liye berasal dari pedalaman Sumatera Selatan. Menjadikan nilai tambah sebagai nilai positif untuk terus meneladani kepiawaiannya di dunia tulis menulis.