Senin, 17 November 2014

Ekonomi Peminatan kelas X Bab Pasar | SMA N 1 Wates



Dyah Eka Wardhani
Kelas X MIA 2




EKONOMI Peminatan


PASAR
X Semester 1






SMA Negeri 1 Wates
2014


Tugas Ekonomi
A.      Pengertian Pasar
B.      Struktur Pasar
C.      Macam-Macam Bentuk Pasar
1.       Pasar Persaingan Sempurna
2.       Pasar Monopoli
3.       Pasar Persaingan Monopolistik
4.       Pasar Monopsoni
5.       Pasar Oligopoli
6.       Pasar Oligopsoni
 

A.   Pengertian Pasar
Pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi jual-beli barang dan jasa. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas, yaitu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar.

Contoh pasar dalam arti yang sangat luas yaitu pasar saham, pasar uang, penjualan via internet dan surat kabar yang dilanjutkan dengan interaksi melalui telepon. 

Pada pasar, ada perusahaan yang menjadi pemain tunggal dan ada pula yang terdiri dari beberapa perudahaan produksi barang dan jasa. Ketika perusahaan bermain di dalam pasar, kemungkinan untuk memepengaruhi dan membentuk harga pasar dapat dilakukan oleh perusahaan yang menguasai (memonopoli). Hal tersebut terkait dengan keanekaragaman jenis barang, kebebasan perusahaan keluar masuk pasar, dan jumlah perusahaan  yang menjual produknya di pasar.

Syarat-syarat terbentuknya pasar:
  • Terdapat penjual dan pembeli
  • Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan
  • Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli atau tawar menawar antara pembeli dn penjual
Ada tiga fungsi yang mendasar pada keberadaan pasar, yakni :
  • Fungsi Distribusi maksudnya pasar berfungsi mendekatkan jarak antara konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi. Dalam fungsi distribusi, pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
  • Fungsi Pembentukan Harga maksudnya pasar berfungsi sebagai pembentuk harga pasar, yaitu kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.
  • Fungsi Promosi maksudnya pasar digunakan sebagai ajang promosi. Pelaksanaan promosi dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk, membagikan brosur, membagikan sampel, dll.
Adapun pasar memeiliki peranan, sebagai berikut :
  • Sebagai tempat untuk mempromosikan barang.
  • Sebagai tempat untuk menjual hasil produksi.
  • Sebagai tempat untuk memperoleh bahan produksi.
  • Memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhan
  • Sebagai tempat bagi konsumen untuk menawarkan sumber daya yang dimiliki
  • Sebagai penunjang kelancaran pembangunan
  • Sebagai sumber pendapatan negara

B. Struktur Pasar











Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Analisa ekonomi membedakan struktur pasar menjadi 4 jenis yaitu : Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopoli, Persaingan Monopolistis, dan Pasar Oligopoli.



C.   Macam-Macam Bentuk Pasar
1.  Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian Pasar Persaingan Sempurna yaitu pasar yang terdapat mobilitas sempurna dari sumber daya serta adanya pengetahuan yang sempurna baik pembeli maupun penjual, sehingga kekuatan permintaan dan penawaran dapat bergerak bebas. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain bursa efek atau pasar modal atau pasar uang.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna :
a)     Jumlah pembeli dan penjual sangat banyak.
b)     Barang yang diperdagangkan bersifat homogen.
c)      Terdapat kebebasan keluar masuk pasar (free entry dan free exit), baik bagi pembeli maupun penjual.
d)     Tidak ada hambatan dalam mobilitas sumber ekonomi dari satu usaha ke usaha lain.
e)     Kurva permintaan yang dihadapi seorang produsen adalah garis lurus horizontal, artinya harga cenderung stabil walaupun jumlah barang yang terjual mengalami perubahan.
f)       Penjual dan pembeli memahami keadaan pasar secara sempurna.
g)     Pembeli dan penjual bebas mengadakan perjanjian, tanpa ada campur yangan pemerintah.
h)      Pemerintah tidak ikut campur tangan tentang harga, baik langsung maupun tidak langsung.

Sebagai implikasi dari ciri-ciri tersebut, maka seorang produsen tidak dapat mengubah harga pasar yang berlaku. Seorang produsen hanya sebagai pengambil harga (price taker). Dan dalam jangka pendek hal penting yang harus diperhatikan oleh produsen yang berada pada pasar persaingan sempurna adalah menentukan jumlah produksi yang dapat mendatangkan keuntungan maksimum. Hal tersebut dapat tercapai jika pendapatan marjinal (MR) sama dengan biaya marjinal (MC) dan juga sama dengan harga outputnya.

Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan akan menambah skala produksinya dan tidak menutup kemungkinan adanya perusahaan-perusahaan baru yang masuk dalam industri jika ada keuntungan lebih (harga jual atau P di atas biaya ratarata atau AC). Akibatnya penawaran output di pasar akan bertambah dan mendorong harga turun sampai pada posisi di mana harga jual sama dengan biaya produksi.

Akhirnya keuntungan menjadi normal, dan hal ini akan merangsang adanya perluasan kapasitas produksi maupun pendirian pabrik baru. Keadaan tersebut dinamakan ekuilibrium jangka panjang (harga jual atau P sama dengan biaya rata-rata atau AC minimum).

Kebaikan Pasar Persaingan Sempurna :
a)    Mampu mendorong efisiensi dalam produksi
b)    Tidak memerlukan iklan
c)    Penjual dan pembeli bebas bertindak
d)   Harga tidak dikendalikan oleh satu penjual atau oleh satu pembeli

Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna :
a)   Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
b)   Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
c)    Membatasi pilihan konsumen
d)   Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
e)   Distribusi pendapatan tidak selalu merata















Pembentukan Harga Pasar pada Pasar Persaingan Sempurna
Pada pasar persaingan sempurna harga pasar cenderung stabil, sehingga bentuk kurva permintaan dan penawaran pada pasar sempurna berupa garis lurus mendatar sejajar dengan sumbu jumlah barang (OQ). Berapa pun jumlah barang yang dibeli atau yang ditawarkan tidak akan menaikkan atau menurunkan harga barang. Dan kurva tersebut juga merupakan kurva pendapatan rata-rata atau AR (Average Revenue) dan pendapatan marginal atau MR (Marginal Revenue).
                                                                                           
D=S=AR=MR
P
P
O
 



                                                                                                                                                                                  







2.  Pasar Monopoli
Pengertian Pasar Monopoli adalah suatu keadaan pasar di mana hanya ada satu kekuatan atau satu penjual yang dapat menguasai seluruh penawaran, sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya atau terdapat pure monopoly (monopoli murni). Contoh pasar monopoli antara lain perusahaan negara, dan perusahaan minyak bumi serta gas alam.

Ciri-Ciri Pasar Monopoli :
a)    Di dalam pasar hanya terdapat satu penjual.
b)   Jenis barang yang diproduksi tidak ada barang penggantinya (nosubstituties) yang mirip.
c)    Adanya hambatan atau rintangan (barriers) bagi perusahaan baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli.
d)  Penjual ini tidak memengaruhi harga serta output dari produk lain yang dijual dalam perekonomian.

Kebaikan Pasar Monopoli :
a)    Industri-industri yang berkembang banyak yang bersifat monopoli.
b)    Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya.
c)    Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar.


Kelemahan Pasar Monopoli :
a)    Timbul ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh produsen.
b)   Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.
c)    Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli.
d)   Adanya unsur eksploitasi terhadap konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi.

Sebab-sebab terjadinya pasar monopoli antara lain:
a) penguasaan bahan mentah,
b) penguasaan teknik produksi tertentu,
c) pemberian hak istimewa dari pemerintah (misalnya hak paten),
d) adanya lisensi (pemberian izin kepada perusahaan tertentu yang ditunjuk),
e) adanya monopoli yang diperoleh secara alamiah,
f) memiliki modal yang besar (karena penggabungan perusahaan),
g) memiliki prestasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain,
h) adanya keterbatasan pasar.

Untuk mencegah timbulnya dampak negatif adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang- Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur ekspor impor.
Proses pembentukan harga barang pada pasar monopoli yaitu barang yang dijual tidak ada subtitusi yang baik sehingga hanya ada satu produsen yang menguasai seluruh penawaran barang dan jasa tertentu.

3.  Pasar Persaingan Monopolistik
Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik adalah pasar yang terjadi bila dalam suatu pasar terdapat banyak produsen, tetapi ada diferensiasi produk (perbedaan merk, bungkus, dan sebagainya) di antara produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen.

Jadi, model pasar persaingan monopolistik pada dasarnya sama dengan model pasar persaingan sempurna, hanya saja dalam pasar monopolistik diperkenalkan adanya diferensiasi
produk, sehingga produk yang dijual bersifat heterogen (beragam). Istilah diferensiasi produk di sini ditentukan secara riil dua barang yang tidak berbeda, namun dapat dianggap berbeda oleh konsumen. Pasar ini juga mengakui adanya kekuasaan monopoli tertentu yang timbul dari penggunaan merk dan tanda dagang yang berbeda. Oleh sebab itu, kurva permintaannya mempunyai kemiringan negatif. Contoh pasar persaingan monopolistik adalah rumah makan, tukang cukur, dan perusahaan angkutan.

Pasar Monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat , yaitu :
a.       Terdapat banyak produsen atau penjual. Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.

b.      Adanya Diferensiasi Produk. Pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama, namun memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya, misalnya dari cara pengemasan, pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran.

c.       Produsen Dapat mempengaruhi harga. Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna, dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli.

d.      Produsen dapat keluar masuk pasar. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen semakin banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.

e.       Promosi penjualan harus aktif. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen, melainkan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Karenanya, iklan dan promosi memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen.

Pasar Monopolistik memiliki kebaikan sebagai berikut :
a)      Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
b)      Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
c)      Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
d)     Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.
Selain memiliki kebaikan, Pasar Monopolistik juga memiliki kelemahan sebagai berikut :
a)      Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
b)      Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
c)      Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen
PERMINTAAN PASAR MONOPOLISTIK
Permintaan dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah condong menurun karena preferensi konsumen terhadap fitur-fitur produk yang dibedakan tersebut. Akan tetapi, karena terdapat beberapa barang pengganti dekat (jika tidak sempurna) yang langsung tersedia, maka permintaannya menjadi sangat elastis. Pada jangka pendek kemungkinan akan terjadi laba maksimum dan kerugian. Karena pada waktu yang relatif singkat tidak akan ada penambahan pesaing baru. Pada jangka pendek, keuntungan maksimum dicapai saat MR = MC sedangkan harga permintaan lebih besar dari biaya rata-rata. Segi empat PABC menunjukkan jumlah keuntungan maksimum yang daapat dinikmati oleh perusahaan. Sedangkan besarnya kerugian yang diderita digambarkan oleh kotak PABC di bawah. Kerugian yang diderita adalah kelebihan biaya yang dikeluarkan atau biaya total terhadap pendapatan. Kerugian dapat diminimumkan saat MR=MC. Dalam jangka panjang, akan semakin banyak perusahaan yang masuk ke pasar menjadi saingan dari perusahaan-perusahaan pendahulunya. Akibatnya, setiap perusahaan akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit pada berbagai tingkat harga. Tindakan Non Harga Pasar Tindakan non harga adalah usaha-usaha di luar perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli barang yang diproduksinya.
Tindakan non harga dapat dibedakan menjadi dua jenis :
►    Diferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan  perusahaan-perusahaan lain.
►    Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan
Jadi Pasar monopolistic pasar yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari monopoli atau oligopoly, kemampuan ini berasal dari sifat barang yang di inginkan karena perbedaan dan cirri khas dari suatu barang yang di hasilkan, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain. Pada pasar ini harga bukan lah factor yang  bias mendongkrak penjualan, bagaimanapun juga pasar ini mampu menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat sehingga membuat pembeli mau membeli produk tsb, oleh karena itu pasar ini aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga. Dalam pasar persaingan monopolistik, koperasi punya peluang untuk bersaing dalam harga dan produk karena setiap penjual bisa menentukan harga (walaupun tidak sebanyak pengusaha monopolis) sehingga kurva permintaan yang dihadapinya elastis tidak sempurna (tidak horisontal seperti di pasar persaingan sempurna), dan diferensiasi produk (atau produk non homogen) dalam hal kualitas, iklan, lokasi, pengepakan, dan lain-lain. Dalam persaingan produk, setiap penjual mencoba membuat produknya berbeda sedikit dibandingkan barang buatan perusahaan lain. Oleh karena itu, setiap penjual bisa berperilaku sebagai monopolistik kecil. Jika koperasi menaikkan harga jualnya sedikit lebih mahal dibandingkan harga jual dari pesaingnya, maka tidak aka ada perpindahan konsumen secara total dari koperasi ke pesaingnya

4.  Pasar Monopsoni
Pengertian pasar monopsoni yaitu pasar yang dikuasai oleh seorang pembeli, jadi dalam pasar ini banyak pembeli namun hanya ada seorang pembeli. Contoh : pasar sayuran di daerah terpencil.
Ciri-ciri pasar monopsoni yaitu :
a)     Hanya terdapat seorang pembeli.
b)     Pembeli umumnya bukanlah konsumen yang akan langsung menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melainkan pedagang atau produsen yang akan menjual kembali atauyang akan mengubah produk tersebut lebih dulu sebelum di jual.
c)      Barang diperjualbelikan umumnya merupakan bahan mentah, misal susu mentah, daun teh, sayur, dll.
d)     Tinggi rendahnya harga jual sangat ditentukan oleh keinginan pembeli.

Kebaikan pasar monopsoni :
a)     Kualitas produk akan terpelihara karena antarpenjual saling bersaing meningkatkan mutu. Bila mutu produk lebih buruk, ada kemungkinan tidak akan dibeli oleh monopsonis (pemegang monopsoni).
b)     Para penjual akan berusaha berhemat dalam biaya produksi agar memperoleh untung lebih besar. Ini adalah cara penjual mempertahankan mata pencaharian agar tidak rugi, karena daam pasar ini pembeli sangat berkuasa dalam menentukan harga.

Kelemahan pasar monopsoni :
a)     Pembeli bisa menekan penjual seenaknya, terutama dalam pembentukan harga.
b)     Produk yang tidak sesuai dengan keinginan pembeli tidak akan dibeli dan bisa terbuang.


5.  Pasar Oligopoli
Pengertian pasar oligopoli
Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebaiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.
Contoh pasar oligopoli antara lain pasar bagi perusahaan industri motor, industrri baja, industri rokok, dan industri sabun mandi. Dalam perkonomian yang sudah maju,pasar oligopoli banyak dijumpai karena di dukung oleh teknologi yang sangat modern. Teknologi modern akan memberikan efisiensi yang sangat optimum ketika jumlah produksi mencapai jumlah yang sangat besar. Keadaan ini menimbulkan jumlah perusahaan yang terlibat dalam pasar oligopoli menjadi sangat sedikit.
Ciri-ciri pasar oligopoli :
a)   Perusahaan menghasilkan barang standar dan barang  dengan jenis/corak beragam. Industri dengan barang yang berstandar merupakan industri yang menghasilkan bahan baku seperti produsen bensin,  industri baja, dll. Selain itu beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang-barang dengan jenis/corak yang berbeda-beda seperti industri otomotif, industri teelephone seluler, dll.
b)  Promosi melalui iklan secara terus-menerus. Perusahaan dalam pasar oligopoli yang menghasilkan barang-barang/corak yang berbeda harus melakukan promosi untuk mengenalkan produknya pada pembeli.
c)   Hanya terdapat sedikit penjual, biasanya antara 3-10 yang menjual produk subtitusi. Pasar oligopoli mempunyai kurva permintaan dengan elastisitas atau cross elasticity of demand yang relatif tinggi.
d)  Pada pasar oligopoli terdapat rintangan yang menyebabkan perusahaan lain sulit memasukinya, karena perusahaan dalam pasar hanya sedikit.
e)   Keputusan harga yang diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan lain.



Macam macam pasar oligopoli
1. Oligopoli murni : menjual barang yang homogen. Biasanya banyak                           dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan                           mentah.
     Contoh : pasar semen, produsen bensin
2. Oligopoli diferensial : menjual barang berbeda corak. Barang                                              seperti itu umumnya adalah barang akhir.
    Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor

Kelebihan pasar oligopoli :
1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
2. Mampu melakukan penelitian dan
    pengembangan produk.
3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen
    karena adanya persaingan penjual.
4. Adanya penerapan teknologi baru

Kekurangan pasar oligopoli :
1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong
    timbulnya inflasi
3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada
    kerjasama antar oligopolis karena semangat
    bersaing kurang
4. Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik
    faktor produksi
5. Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
6. Bisa berkembang ke arah monopoli

Proses pembentukan harga pada pasar oligopoli yaitu beberapa produsen dalam pasar oligopoli secara diam-diam untuk dapat menguasai harga.
Keseimbangan Oligopoly
Perusahaan yang bergerakdalam pasar oligopoly disebut oligopolis (oligopolist). Sebagai produsen, keseimbangan terjadi bilalaba maksimum tercapai. Analisis keseimbangan oligopoly tidak menekankan dimensi waktu, melainkan kompetisi. Perusahaan seimbang atau tidak bukan saja dilihat dari kemampuan mengatur output dan harga, tetapi juga kemampuan memprediksi prilaku pesaing. Karena itu oligopolies akan mencapai keseimbangan jika perusahaan dapat melakukan apa yang dapay dilakukan dan tidak mempunyai alasan lagi untuk mengubah jumlah output dan harga. Demikian juga dengan para pesaing. Begitu kompleksnya situasi dalam pasar oligopoly, sehingga para ekonomi mengembangkan beberapa modeluntuk menganalisi perilaku oligopolis. Sayangnya, tidak ada satupun model yang dapat diterima secara umum sebagai model terbaik.
Berbagai model yang terdapat di oligopoly:
  1. Kartel
  2. Kepemimpinan harga
  3. Teori permainan
  4. Kurva permintaan patah
  5.  
6.  Pasar Oligopsoni
Pengertian pasar oligopsoni adalah salah satudari jenis pasar persaingan tidak sempurna yang dujelompokkan berdasarkan jumlah pembeli dalam pasar tersebut. Merupakan sebuah pasar yang dikuasai oleh beberapa pembeli. Jumlah produsen atau penjual banyak namun hanya terdapat beberapa pembeli. Contohnya pasar wortel di suatu perkampungan. Para petani wortel banyak akan tetapi mereka hanya bisa menjual ke 1 tengkulak yang akan menjual wortel ke kota.

Ciri-Ciri Pasar Oligopsoni :
a)             Hanya terdapat beberapa pembeli
b)            Pembeli umumnya bukanlah konsumen yang akan langsung menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melainkan pedagang atau produsen yang akan menjual kembali atauyang akan mengubah produk tersebut lebih dulu sebelum di jual.
c)             Barang diperjualbelikan umumnya merupakan bahan mentah, misal susu mentah, daun teh, sayur, dll.
d)            Tinggi harga cenderung stabil karena bila salah satu pembeli menurunkan harga maka para penjual segera berpindah ke pembeli lain. Tapi apabila seorang pembeli bersedia menaikkan harga belinya maka para penjual akan berbondong-bondong menjual produk kepadanya. Untuk menghindari hal tersebut maka umumnya harga pasa pasar ini cenderung tidak berubah (stabil).

Kelebihan Pasar Oligopsoni:
a)   Penjual lebih beruntung dibanding pad pasar monopsoni karena penjual bisa beralih ke pembeli lain bila merasa dirugikan dalam hal harga atau perjanjian jual beli lainnya.
b)   Pembeli tidak bisa seenaknya menekan penjual karena adanya persaingan pembeli lain.

Kekurangan Pasar Oligopsoni :
a)   Bila antar pembeli mengadakan kerja sama maka pasar akan berkembang menjadi bentuk monopsoni yang merugikan penjual.
b)   Kualitas barang kurang terjamin dibanding pada pasar monopsoni, karena penjual masih mungkin menjual ke pembeli lain sehingga kurang optimal dalam menjaga kualitas produknya.