Dyah Eka
Wardhani
Kelas
X MIA 2
EKONOMI Peminatan
PASAR
X Semester 1
SMA
Negeri 1 Wates
2014
Tugas
Ekonomi
A. Pengertian
Pasar
B. Struktur
Pasar
C. Macam-Macam
Bentuk Pasar
1. Pasar
Persaingan Sempurna
2. Pasar
Monopoli
3. Pasar
Persaingan Monopolistik
4. Pasar
Monopsoni
5. Pasar
Oligopoli
6. Pasar
Oligopsoni
A.
Pengertian Pasar
Pasar dalam
arti sempit adalah tempat bertemunya
penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi jual-beli barang dan jasa.
Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi
dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas,
yaitu proses
interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar.
Contoh pasar dalam arti yang sangat luas yaitu pasar saham, pasar uang, penjualan via internet
dan surat kabar yang dilanjutkan dengan
interaksi melalui telepon.
Pada pasar, ada perusahaan yang menjadi pemain tunggal
dan ada pula yang terdiri dari beberapa perudahaan produksi barang dan jasa.
Ketika perusahaan bermain di dalam pasar, kemungkinan untuk memepengaruhi dan
membentuk harga pasar dapat dilakukan oleh perusahaan yang menguasai
(memonopoli). Hal tersebut terkait dengan keanekaragaman jenis barang,
kebebasan perusahaan keluar masuk pasar, dan jumlah perusahaan yang menjual produknya di pasar.
Syarat-syarat
terbentuknya pasar:
- Terdapat penjual dan pembeli
- Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan
- Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli atau tawar menawar antara pembeli dn penjual
Ada tiga fungsi yang mendasar pada
keberadaan pasar, yakni :
- Fungsi Distribusi maksudnya pasar berfungsi mendekatkan jarak antara konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi. Dalam fungsi distribusi, pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
- Fungsi Pembentukan Harga maksudnya pasar berfungsi sebagai pembentuk harga pasar, yaitu kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.
- Fungsi Promosi maksudnya pasar digunakan sebagai ajang promosi. Pelaksanaan promosi dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk, membagikan brosur, membagikan sampel, dll.
Adapun pasar memeiliki peranan, sebagai
berikut :
- Sebagai tempat untuk mempromosikan barang.
- Sebagai tempat untuk menjual hasil produksi.
- Sebagai tempat untuk memperoleh bahan produksi.
- Memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhan
- Sebagai tempat bagi konsumen untuk menawarkan sumber daya yang dimiliki
- Sebagai penunjang kelancaran pembangunan
- Sebagai sumber pendapatan negara
B. Struktur Pasar
Struktur
Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar
berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan
dalam industri, mudah
tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan
dalam kegiatan industri. Analisa ekonomi membedakan struktur
pasar menjadi 4 jenis yaitu : Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopoli,
Persaingan Monopolistis, dan Pasar Oligopoli.
C.
Macam-Macam Bentuk
Pasar
1.
Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian Pasar Persaingan
Sempurna yaitu pasar
yang terdapat mobilitas sempurna dari sumber daya serta adanya pengetahuan yang
sempurna baik pembeli maupun penjual, sehingga kekuatan permintaan dan
penawaran dapat bergerak bebas. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain
bursa efek atau pasar modal atau pasar uang.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna :
a) Jumlah
pembeli dan penjual sangat banyak.
b) Barang
yang diperdagangkan bersifat homogen.
c) Terdapat
kebebasan keluar masuk pasar (free entry dan free exit), baik bagi pembeli
maupun penjual.
d) Tidak
ada hambatan dalam mobilitas sumber ekonomi dari satu usaha ke usaha lain.
e) Kurva
permintaan yang dihadapi seorang produsen adalah garis lurus horizontal,
artinya harga cenderung stabil walaupun jumlah barang yang terjual mengalami
perubahan.
f) Penjual
dan pembeli memahami keadaan pasar secara sempurna.
g) Pembeli
dan penjual bebas mengadakan perjanjian, tanpa ada campur yangan pemerintah.
h) Pemerintah tidak ikut campur tangan
tentang harga, baik langsung maupun tidak langsung.
Sebagai implikasi dari ciri-ciri tersebut, maka
seorang produsen tidak dapat mengubah harga pasar yang berlaku. Seorang
produsen hanya sebagai pengambil harga (price taker). Dan dalam jangka pendek
hal penting yang harus diperhatikan oleh produsen yang berada pada pasar
persaingan sempurna adalah menentukan jumlah produksi yang dapat mendatangkan
keuntungan maksimum. Hal tersebut dapat tercapai jika pendapatan marjinal (MR)
sama dengan biaya marjinal (MC) dan juga sama dengan harga outputnya.
Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan akan
menambah skala produksinya dan tidak menutup kemungkinan adanya
perusahaan-perusahaan baru yang masuk dalam industri jika ada keuntungan lebih
(harga jual atau P di atas biaya ratarata atau AC). Akibatnya penawaran output
di pasar akan bertambah dan mendorong harga turun sampai pada posisi di mana
harga jual sama dengan biaya produksi.
Akhirnya keuntungan menjadi normal, dan hal ini akan
merangsang adanya perluasan kapasitas produksi maupun pendirian pabrik baru.
Keadaan tersebut dinamakan ekuilibrium jangka panjang (harga jual atau P sama
dengan biaya rata-rata atau AC minimum).
Kebaikan Pasar Persaingan Sempurna :
a) Mampu mendorong efisiensi dalam
produksi
b) Tidak memerlukan iklan
c) Penjual dan pembeli bebas bertindak
d) Harga tidak dikendalikan oleh satu
penjual atau oleh satu pembeli
Kelemahan
Pasar Persaingan Sempurna :
a) Persaingan sempurna tidak
mendorong inovasi
b) Persaingan sempurna adakalanya
menimbulkan biaya sosial
c) Membatasi pilihan konsumen
d) Biaya produksi dalam persaingan
sempurna mungkin lebih tinggi
e) Distribusi pendapatan tidak
selalu merata
Pembentukan Harga Pasar pada
Pasar Persaingan Sempurna
Pada pasar persaingan sempurna
harga pasar cenderung stabil, sehingga bentuk kurva permintaan dan penawaran
pada pasar sempurna berupa garis lurus mendatar sejajar dengan sumbu jumlah
barang (OQ). Berapa pun jumlah barang yang dibeli atau yang ditawarkan tidak
akan menaikkan atau menurunkan harga barang. Dan kurva tersebut juga merupakan
kurva pendapatan rata-rata atau AR (Average Revenue) dan pendapatan marginal
atau MR (Marginal Revenue).
|
D=S=AR=MR
|
|
P
|
|
P
|
|
O
|
2.
Pasar Monopoli
Pengertian Pasar Monopoli adalah suatu keadaan pasar di mana hanya ada satu kekuatan
atau satu penjual yang dapat menguasai seluruh penawaran, sehingga tidak ada
pihak lain yang menyainginya atau terdapat pure monopoly (monopoli murni).
Contoh pasar monopoli antara lain perusahaan negara, dan perusahaan minyak bumi
serta gas alam.
Ciri-Ciri Pasar Monopoli :
a)
Di dalam pasar hanya terdapat satu penjual.
b)
Jenis barang yang diproduksi tidak ada barang
penggantinya (nosubstituties) yang mirip.
c)
Adanya hambatan atau rintangan (barriers) bagi
perusahaan baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli.
d) Penjual ini
tidak memengaruhi harga serta output dari produk lain yang dijual dalam
perekonomian.
Kebaikan
Pasar Monopoli :
a) Industri-industri yang berkembang
banyak yang bersifat monopoli.
b) Mendorong untuk adanya inovasi baru
agar tetap terjaga monopolinya.
c) Tidak akan mungkin timbul
perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin
besar.
Kelemahan
Pasar Monopoli :
a)
Timbul
ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh produsen.
b) Tidak efisiensinya biaya produksi,
karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos
produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.
c) Konsumen merasa berat karena harus
membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli.
d) Adanya unsur eksploitasi terhadap
konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi.
Sebab-sebab terjadinya pasar
monopoli antara lain:
a) penguasaan bahan mentah,
a) penguasaan bahan mentah,
b) penguasaan teknik produksi tertentu,
c) pemberian hak istimewa dari pemerintah (misalnya hak
paten),
d) adanya lisensi (pemberian izin kepada perusahaan
tertentu yang ditunjuk),
e) adanya monopoli yang diperoleh
secara alamiah,
f) memiliki modal yang besar (karena penggabungan perusahaan),
g) memiliki prestasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain,
h) adanya keterbatasan pasar.
Untuk mencegah timbulnya dampak negatif adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang- Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur ekspor impor.
f) memiliki modal yang besar (karena penggabungan perusahaan),
g) memiliki prestasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain,
h) adanya keterbatasan pasar.
Untuk mencegah timbulnya dampak negatif adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang- Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur ekspor impor.
Proses pembentukan harga barang
pada pasar monopoli yaitu
barang yang dijual tidak ada subtitusi yang baik sehingga hanya ada satu
produsen yang menguasai seluruh penawaran barang dan jasa tertentu.
3.
Pasar Persaingan Monopolistik
Pengertian
Pasar Persaingan Monopolistik adalah pasar
yang terjadi bila dalam suatu pasar terdapat banyak produsen, tetapi ada
diferensiasi produk (perbedaan merk, bungkus, dan sebagainya) di antara
produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen.
Jadi, model pasar persaingan monopolistik pada
dasarnya sama dengan model pasar persaingan sempurna, hanya saja dalam pasar
monopolistik diperkenalkan adanya diferensiasi
produk, sehingga produk yang dijual bersifat heterogen
(beragam). Istilah diferensiasi produk di sini ditentukan secara riil dua
barang yang tidak berbeda, namun dapat dianggap berbeda oleh konsumen. Pasar
ini juga mengakui adanya kekuasaan monopoli tertentu yang timbul dari
penggunaan merk dan tanda dagang yang berbeda. Oleh sebab itu, kurva
permintaannya mempunyai kemiringan negatif. Contoh pasar persaingan
monopolistik adalah rumah makan, tukang cukur, dan perusahaan angkutan.
Pasar
Monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat , yaitu :
a.
Terdapat banyak produsen atau penjual.
Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak
pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala
produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
b.
Adanya Diferensiasi Produk. Pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama,
namun memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya, misalnya dari
cara pengemasan, pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran.
c.
Produsen Dapat mempengaruhi harga.
Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna, dimana harga terbentuk berdasarkan
mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun
tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli.
d.
Produsen dapat keluar masuk pasar.
Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen hanya sedikit di pasar
maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen semakin banyak dan laba
ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat
meninggalkan pasar.
e.
Promosi penjualan harus aktif.
Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen, melainkan
kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga dapat
menimbulkan fanatisme terhadap produk. Karenanya, iklan dan promosi memiliki
peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen.
Pasar
Monopolistik memiliki kebaikan sebagai berikut :
a) Banyaknya produsen di pasar
memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik
baginya.
b) Kebebasan keluar masuk bagi
produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan
produknya.
c) Diferensiasi produk mendorong
konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat
membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
d) Pasar ini relatif mudah dijumpai
oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar
monopolistik.
Selain
memiliki kebaikan, Pasar Monopolistik juga memiliki kelemahan sebagai
berikut :
a) Pasar monopolistik memiliki tingkat
persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan.
Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan
cepat keluar dari pasar.
b) Dibutuhkan modal yang cukup besar
untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya
memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
c) Pasar ini mendorong produsen untuk
selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas
pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen
PERMINTAAN PASAR MONOPOLISTIK
Permintaan dari suatu
perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah condong menurun karena
preferensi konsumen terhadap fitur-fitur produk yang dibedakan tersebut. Akan
tetapi, karena terdapat beberapa barang pengganti dekat (jika tidak sempurna)
yang langsung tersedia, maka permintaannya menjadi sangat elastis. Pada jangka
pendek kemungkinan akan terjadi laba maksimum dan kerugian. Karena pada waktu
yang relatif singkat tidak akan ada penambahan pesaing baru. Pada jangka
pendek, keuntungan maksimum dicapai saat MR = MC sedangkan harga permintaan
lebih besar dari biaya rata-rata. Segi empat PABC menunjukkan jumlah keuntungan
maksimum yang daapat dinikmati oleh perusahaan. Sedangkan besarnya kerugian
yang diderita digambarkan oleh kotak PABC di bawah. Kerugian yang diderita
adalah kelebihan biaya yang dikeluarkan atau biaya total terhadap pendapatan.
Kerugian dapat diminimumkan saat MR=MC. Dalam jangka panjang, akan semakin
banyak perusahaan yang masuk ke pasar menjadi saingan dari
perusahaan-perusahaan pendahulunya. Akibatnya, setiap perusahaan akan
menghadapi permintaan yang semakin sedikit pada berbagai tingkat harga.
Tindakan Non Harga Pasar Tindakan non harga adalah usaha-usaha di luar
perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak
pembeli barang yang diproduksinya.
Tindakan non harga dapat dibedakan
menjadi dua jenis :
► Diferensiasi produksi, yaitu
menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan
perusahaan-perusahaan lain.
► Iklan dan berbagai bentuk
promosi penjualan
Jadi Pasar monopolistic pasar
yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak
sebesar produsen dari monopoli atau oligopoly, kemampuan ini berasal dari sifat
barang yang di inginkan karena perbedaan dan cirri khas dari suatu barang yang
di hasilkan, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain. Pada pasar ini
harga bukan lah factor yang bias mendongkrak penjualan, bagaimanapun juga
pasar ini mampu menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat sehingga
membuat pembeli mau membeli produk tsb, oleh karena itu pasar ini aktif
mempromosikan produk sekaligus menjaga. Dalam pasar persaingan monopolistik,
koperasi punya peluang untuk bersaing dalam harga dan produk karena setiap
penjual bisa menentukan harga (walaupun tidak sebanyak pengusaha monopolis)
sehingga kurva permintaan yang dihadapinya elastis tidak sempurna (tidak
horisontal seperti di pasar persaingan sempurna), dan diferensiasi produk (atau
produk non homogen) dalam hal kualitas, iklan, lokasi, pengepakan, dan
lain-lain. Dalam persaingan produk, setiap penjual mencoba membuat produknya
berbeda sedikit dibandingkan barang buatan perusahaan lain. Oleh karena itu,
setiap penjual bisa berperilaku sebagai monopolistik kecil. Jika koperasi
menaikkan harga jualnya sedikit lebih mahal dibandingkan harga jual dari pesaingnya,
maka tidak aka ada perpindahan konsumen secara total dari koperasi ke
pesaingnya
4.
Pasar Monopsoni
Pengertian pasar monopsoni yaitu
pasar yang dikuasai oleh seorang pembeli, jadi dalam pasar ini banyak pembeli
namun hanya ada seorang pembeli. Contoh : pasar sayuran di daerah terpencil.
Ciri-ciri pasar monopsoni yaitu :
a) Hanya terdapat seorang pembeli.
b) Pembeli umumnya bukanlah konsumen yang akan langsung menggunakan
produk untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melainkan pedagang atau produsen yang
akan menjual kembali atauyang akan mengubah produk tersebut lebih dulu sebelum
di jual.
c) Barang diperjualbelikan umumnya merupakan bahan mentah, misal susu
mentah, daun teh, sayur, dll.
d) Tinggi rendahnya harga jual sangat ditentukan oleh keinginan
pembeli.
Kebaikan pasar monopsoni :
a) Kualitas
produk akan terpelihara karena antarpenjual saling bersaing meningkatkan mutu.
Bila mutu produk lebih buruk, ada kemungkinan tidak akan dibeli oleh monopsonis
(pemegang monopsoni).
b) Para
penjual akan berusaha berhemat dalam biaya produksi agar memperoleh untung
lebih besar. Ini adalah cara penjual mempertahankan mata pencaharian agar tidak
rugi, karena daam pasar ini pembeli sangat berkuasa dalam menentukan harga.
Kelemahan pasar monopsoni :
a) Pembeli
bisa menekan penjual seenaknya, terutama dalam pembentukan harga.
b) Produk
yang tidak sesuai dengan keinginan pembeli tidak akan dibeli dan bisa terbuang.
5.
Pasar Oligopoli
Pengertian pasar oligopoli
Pasar
oligopoli
dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang
artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh
beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang
dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan
memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana
keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.
Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga,
dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing
mereka.Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebaiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.
Contoh pasar oligopoli antara lain pasar bagi perusahaan industri motor, industrri baja, industri rokok, dan industri sabun mandi. Dalam perkonomian yang sudah maju,pasar oligopoli banyak dijumpai karena di dukung oleh teknologi yang sangat modern. Teknologi modern akan memberikan efisiensi yang sangat optimum ketika jumlah produksi mencapai jumlah yang sangat besar. Keadaan ini menimbulkan jumlah perusahaan yang terlibat dalam pasar oligopoli menjadi sangat sedikit.
Ciri-ciri pasar oligopoli :
a)
Perusahaan
menghasilkan barang standar dan barang
dengan jenis/corak beragam. Industri dengan barang yang berstandar
merupakan industri yang menghasilkan bahan baku seperti produsen bensin, industri baja, dll. Selain itu beberapa
perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang-barang dengan jenis/corak
yang berbeda-beda seperti industri otomotif, industri teelephone seluler, dll.
b) Promosi melalui iklan secara terus-menerus.
Perusahaan dalam pasar oligopoli yang menghasilkan barang-barang/corak yang
berbeda harus melakukan promosi untuk mengenalkan produknya pada pembeli.
c)
Hanya
terdapat sedikit penjual, biasanya antara 3-10 yang menjual produk subtitusi.
Pasar oligopoli mempunyai kurva permintaan dengan elastisitas atau cross
elasticity of demand yang relatif tinggi.
d) Pada pasar oligopoli terdapat rintangan yang
menyebabkan perusahaan lain sulit memasukinya, karena perusahaan dalam pasar
hanya sedikit.
e)
Keputusan
harga yang diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan
lain.
Macam macam
pasar oligopoli
1. Oligopoli
murni : menjual
barang yang homogen. Biasanya banyak
dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan
mentah.
Contoh : pasar semen, produsen bensin
2.
Oligopoli diferensial : menjual barang berbeda corak. Barang
seperti
itu umumnya adalah barang akhir.
Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor
Kelebihan
pasar oligopoli :
1. Memberi
kebebasan memilih bagi pembeli.
2. Mampu
melakukan penelitian dan
pengembangan produk.
3. Lebih
memperhatikan kepuasan konsumen
karena adanya persaingan penjual.
4. Adanya
penerapan teknologi baru
Kekurangan
pasar oligopoli :
1.
Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
2. Harga
yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong
timbulnya inflasi
3. Bisa
timbul pemborosan biaya produksi apabila ada
kerjasama antar oligopolis karena semangat
bersaing kurang
4. Bisa
timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik
faktor produksi
5. Sulit
ditembus/dimasuki perusahaan baru
6. Bisa
berkembang ke arah monopoli
Proses pembentukan harga pada pasar oligopoli yaitu
beberapa produsen dalam pasar oligopoli secara diam-diam untuk dapat menguasai
harga.
Keseimbangan Oligopoly
Perusahaan
yang bergerakdalam pasar oligopoly disebut oligopolis (oligopolist). Sebagai
produsen, keseimbangan terjadi bilalaba maksimum tercapai. Analisis
keseimbangan oligopoly tidak menekankan dimensi waktu, melainkan kompetisi.
Perusahaan seimbang atau tidak bukan saja dilihat dari kemampuan mengatur output
dan harga, tetapi juga kemampuan memprediksi prilaku pesaing. Karena itu
oligopolies akan mencapai keseimbangan jika perusahaan dapat melakukan apa yang
dapay dilakukan dan tidak mempunyai alasan lagi untuk mengubah jumlah output
dan harga. Demikian juga dengan para pesaing. Begitu kompleksnya situasi
dalam pasar oligopoly, sehingga para ekonomi mengembangkan beberapa modeluntuk
menganalisi perilaku oligopolis. Sayangnya, tidak ada satupun model yang dapat
diterima secara umum sebagai model terbaik.
Berbagai model yang terdapat di oligopoly:
- Kartel
- Kepemimpinan harga
- Teori permainan
- Kurva permintaan patah
6.
Pasar Oligopsoni
Pengertian
pasar oligopsoni adalah salah satudari jenis pasar persaingan tidak sempurna yang
dujelompokkan berdasarkan jumlah pembeli dalam pasar tersebut. Merupakan sebuah
pasar yang dikuasai oleh beberapa pembeli. Jumlah produsen atau penjual banyak
namun hanya terdapat beberapa pembeli. Contohnya pasar wortel di suatu
perkampungan. Para petani wortel banyak akan tetapi mereka hanya bisa menjual
ke 1 tengkulak yang akan menjual wortel ke kota.
Ciri-Ciri
Pasar Oligopsoni :
a)
Hanya terdapat beberapa pembeli
b)
Pembeli umumnya bukanlah konsumen
yang akan langsung menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melainkan
pedagang atau produsen yang akan menjual kembali atauyang akan mengubah produk
tersebut lebih dulu sebelum di jual.
c)
Barang diperjualbelikan umumnya
merupakan bahan mentah, misal susu mentah, daun teh, sayur, dll.
d)
Tinggi harga cenderung stabil
karena bila salah satu pembeli menurunkan harga maka para penjual segera
berpindah ke pembeli lain. Tapi apabila seorang pembeli bersedia menaikkan
harga belinya maka para penjual akan berbondong-bondong menjual produk
kepadanya. Untuk menghindari hal tersebut maka umumnya harga pasa pasar ini
cenderung tidak berubah (stabil).
Kelebihan Pasar Oligopsoni:
a) Penjual lebih beruntung dibanding pad pasar monopsoni
karena penjual bisa beralih ke pembeli lain bila merasa dirugikan dalam hal
harga atau perjanjian jual beli lainnya.
b) Pembeli tidak bisa seenaknya menekan penjual karena adanya
persaingan pembeli lain.
Kekurangan Pasar Oligopsoni :
a) Bila antar pembeli mengadakan kerja sama maka pasar
akan berkembang menjadi bentuk monopsoni yang merugikan penjual.
b) Kualitas barang kurang terjamin dibanding pada pasar monopsoni,
karena penjual masih mungkin menjual ke pembeli lain sehingga kurang optimal
dalam menjaga kualitas produknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar