Sabtu, 26 September 2015

Artikel Pertumbuhan Ekonomi



Dyah Eka Wardhani | 07 | XI MIA 2                                                            Artikel Pertumbuhan Ekonomi
Perlu Terobosan Jangka Pendek Dorong Pertumbuhan Ekonomi
AGUSTINUS HANDOKO
Siang | 7 Agustus 2015 16:23 WIB
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah harus membuat terobosan jangka pendek untuk mendorong perekonomian dan memulihkan kepercayaan investor. Pelambatan pertumbuhan ekonomi yang berlanjut hingga triwulan I-2015 makin menekan nilai tukar rupiah.
Kasir menghitung uang rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (9/6). Nilai tukar rupiah menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Jumat (7/8) adalah Rp 13.536 per dollar AS, melemah dari posisi sehari sebelumnya Rp 13.529 per dollar AS.

Kasir menghitung uang rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (9/6). Nilai tukar rupiah menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Jumat (7/8) adalah Rp 13.536 per dollar AS, melemah dari posisi sehari sebelumnya Rp 13.529 per dollar AS.
Nilai tukar rupiah menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Jumat (7/8) adalah Rp 13.536 per dollar AS, melemah dari posisi sehari sebelumnya Rp 13.529 per dollar AS. Rupiah terus tertekan sejak awal tahun dan berlanjut karena realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan II-2015 melambat menjadi 4,67 persen.
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, menuturkan, pelemahan rupiah berlangsung sangat cepat. "Rupiah melemah dari batas aman Rp 13.380 ke Rp 13.500 hanya dalam dua minggu. Ini sangat mengejutkan sehingga semua pihak harus bergerak cepat, terutama pemerintah harus membuat terobosan jangka pendek agar investor tenang dan rupiah agak stabil," kata Lana.
Pemerintah berkali-kali menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi akan membaik pada triwulan III dan IV sejalan dengan makin agresifnya belanja pemerintah. Namun, hal itu tetap tak mampu memberi keyakinan kepada investor sehingga rupiah tetap tertekan.
Hal ini berbeda dengan India. Walau pemerintahannya juga baru, mereka berhasil meyakinkan investor bahwa prospek perekonomian India membaik. Upaya pemerintah itu berhasil menjaga nilai tukar mata uangnya.
content
Lana menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan sebaiknya membuat terobosan untuk mencari data pembeli valas dalam nominal besar di perbankan. "Saya khawatir, ada spekulan-spekulan yang bermain sehingga rupiah terus melemah, bahkan dalam waktu yang relatif singkat. Dengan data itu, OJK bisa mengambil sikap," kata Lana.
Jumat sore ini, Bank Indonesia rencananya akan mengumumkan cadangan devisa Indonesia Juli 2015. Pada Juni lalu, cadangan devisa Indonesia tercatat 108,03 miliar dollar AS. Sebagian cadangan devisa digunakan oleh BI untuk mengintervensi pasar valuta asing agar pergerakan nilai tukar rupiah tidak terlalu tajam. Pengumuman mengenai cadangan devisa itu akan memberi gambaran sejauh mana intervensi BI di pasar valas.
Bebani sektor riil
Terobosan jangka pendek juga harus dilakukan pemerintah karena pelemahan nilai tukar rupiah makin membebani sektor riil. Sebetulnya, pelemahan nilai tukar rupiah bisa dimanfaatkan untuk menggenjot kinerja ekspor karena harga produk menjadi lebih kompetitif di pasar dunia. Namun, saat ini harga komoditas unggulan ekspor sedang jatuh sehingga pelemahan rupiah tak berdampak positif ke sektor ekspor, justru berdampak negatif ke sektor riil.
Kasir menghitung  mata uang dollar AS di Cash Center Uang Asing di kantor Bank Negara Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7). Jumat sore ini, Bank Indonesia  akan mengumumkan cadangan devisa Indonesia Juli 2015. Pada Juni lalu, cadangan devisa Indonesia tercatat  108,03 miliar dollar AS. Pengumuman mengenai cadangan devisa  akan memberi gambaran sejauh mana intervensi BI di pasar valas.Warga menukarkan mata uang rupiah di gerai penukaran uang di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (6/7). Otoritas Jasa Keuangan disarankan membuat terobosan untuk mencari data pembeli valas dalam nominal besar di perbankan. Dikhawatirkan, ada spekulan-spekulan yang bermain sehingga rupiah terus melemah.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah membebani sektor usaha karena ongkos produksi meningkat. "Sebagian bahan baku untuk industri berasal dari impor. Begitu rupiah melemah, ongkos produksi langsung naik. Padahal, kondisi ekonomi sedang tidak bagus sehingga daya beli masyarakat turun," kata Hariyadi.
Selain faktor domestik, pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen dari pasar global, terutama rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed). Rencana kenaikan suku bunga The Fed menyebabkan penguatan dollar AS.
Direktur Kantor Gubernur Bank Indonesia Nanang Hendarsyah menuturkan, pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi sebagian mata uang dunia.
"Ini adalah fenomena global. Selain terus memantau kondisi global, yang tak kalah penting adalah menjaga volatilitas rupiah," kata Nanang.
$Komentar :























$











































Tidak ada komentar:

Posting Komentar